MAGELANG, KOMPAS.com - Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Vatikan Jean-Louis Tauran mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Senin (30/11). Candi ini sengaja dipilih sebagai bentuk representasi terhadap keberadaan umat Buddha dan berbagai kegiatan keagamaannya.
"Beliau sangat berkeinginan kuat, memilih untuk mengunjungi Candi Borobodur daripada singgah ke tempat wisata religi umat Katolik seperti Sendangsono di Kulonprogo atau Gua Maria Kerep di Ambarawa," ujar Ketua Komisi Hubungan Antaragama Keuskupan Agung Semarang (KAS) Romo Budi Purnomo Pr dalam acara jumpa pers di Hotel Manohara, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (30/11).
Menurut Romo Budi, ini sekaligus merupakan bentuk komitmen Kardinal, menaruh perhatian untuk menjalin dialog antaragama secara konkret. Hal serupa juga dilakukannya saat mengunjungi Bali yang menjadi representasi umat Hindu, serta bertemu pemimpin organisasi Islam seperti Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Jakarta.
Asisten Pribadi Kardinal Jean-Louis Tauran, Rev Markus Solo SVD mengatakan, Kardinal Tauran sengaja menghabiskan waktu di Indonesia selama seminggu. Indonesia sengaja dipilih karena dikenal sebagai negara tetap mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah kehidupan warga negaranya yang berbeda-beda suku, budaya, dan agama. Namun, di sisi lain, perbedaan itu juga terkadang menimbulkan konflik dan perasaan saling benci.
"Namun, apa pun itu, tetap ada nilai penting yang nantinya dapat diambil untuk membina keharmonisan umat antar agama di dunia," ujarnya.
Dalam kunjungannya ini, Kardinal Tauran didampingi Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Leopoldo Grelli dan Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Suprapto Martosetomo.
Kardinal Tauran datang sekitar pukul 12.00 WIB. Begitu tiba, dia bersama rombongan langsung naik ke pelataran candi. Namun, karena kondisi badan yang terlalu capek dan kurang fit, Kardinal Tauran tidak naik ke atas candi, hanya berkeliling dan mendengarkan penjelasan di pelataran saja.
Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Purnomo Siswoprasetyo sangat merespon baik kunjungan Kardinal Tauran.
"Dengan kunjungan ini, Indonesia akan semakin terkenal dan memiliki citra positif sebagai negara yang mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan umat antaragama," ujarnya
