KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Indonesia Akan Pertahankan Protokol Kyoto
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Final Daeng
Rabu, 4 November 2009 | 19:35 WIB
KOMPAS.com/Caroline Damanik
Gusti M Hatta, Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Indonesia Bersatu II

SLEMAN, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia menyatakan akan berupaya keras mempertahankan Protokol Kyoto dalam konferensi perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember nanti. Protokol itu dinilai sangat penting sebagai perangkat aturan guna mengurangi tingkat emisi gas karbon dunia.

"Jangan sampai Protokol Kyoto itu hilang begitu saja. Kalaupun sampai diganti namanya, kita mengharapkan artikel 3.9 itu tetap ada, yakni kewajiban negara-negara maju untuk menurunkan emisinya," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta saat kunjungan kerjanya di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (4/11).

Dari data yang diterima Gusti, ada kekhawatiran suhu bumi akan naik 4 derajat celsius jika emisi gas karbon tidak diturunkan. Hal itu akan mencairkan es di kutub dan membuat permukaan air laut naik 80 cm. "Dampaknya, 33 juta penduduk Indonesia yang tinggal di garis pantai akan kebanjiran," kata Gusti.

Karena itu, Gusti mengatakan bahwa Indonesia akan memainkan peranannya dalam konferensi nanti untuk mendesak negara-negara maju agar ikut serta menurunkan emisinya bersama-sama Indonesia. "Indonesia sudah secara sukarela menurunkan emisi gas karbonnya hingga 26 persen. Padahal, Indonesia tidak wajib. Itu maksudnya untuk menggugah negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, untuk ikut," katanya.

Pemerintah saat ini juga gencar menggalang kekuatan, khususnya dari negara-negara Eropa, untuk mendukung rencana tersebut. "Beberapa hari ini saya sudah menerima duta besar dari negara-negara Eropa. Kita meminta dukungan kepada mereka dan mereka menyambut positif," kata Gusti.

Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.