KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Pemanfaatan Padi Unggul Cocok Jadi Program 100 Hari
Jumat, 30 Oktober 2009 | 18:07 WIB
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi tanam padi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanfaatan padi bibit unggul hasil mutasi radiasi dapat menjadi masukan bagi program kerja 100 hari pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II. Demikian diusulkan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) yang selama ini aktif mengembangkan benih padi unggul dengan teknologi nuklir.

"Kalau yang seratus hari tuh yang aplikasi langsung seperti penanam padi bibit unggul. Cepat sekali tidak hanya seratus hari. Besok pun bisa," ujar Adiwardojo, Deputi Kepala Batan Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir, usai membuka acara Workshop dan Kunjungan 2009 Nuklir Untuk Listrik Pangan dan Kesehatan, di ICMI Center Jakarta, Kamis (29/10).

Padi varietas unggul hasil teknologi mutasi radiasi merupakan salah satu pemanfaatan nuklir di bidang pangan. Selain padi, ada beberapa tanaman lain seperti kedelai, kapas, sorgum, dan kacang hijau yang telah berhasil dikembangkat berkat teknologi nuklir. Selain itu, di bidang peternakan, teknologi nuklir telah berjasa dalam menghasilkan suplemen pakan ternak. Di bidang kesehatan, teknologi nuklir diterapkan dalam menghasilkan teknologi radioisotop dan radiofarmaka untuk penanggulangan penyakit kanker dan infeksi bakteri.

Ketersediaan nuklir di alam Indonesia pun cukup besar, terutama di Kalimantan. Menurut data Batan, Uranium di dua daerah sumberdaya potensial di Kalimantan yaitu di Kalan dan Kawat totalnya 34.863 ton. Belum lagi ditambah 20 daerah sumberdaya spekulatif berindikasi yang tersebar di beberapa pulau yang siap ditingkatkan menjadi sumberdaya potensial. Itu baru Uranium, belum ditambah cadangan Thorium di daerah sumberdaya potensial Bangka Selatan yang jumlahnya 5.487 ton serta daerah dasar laut yang juga berpotensi.

"Cadangan Uranium yang betul-betul berpotensi di Kalimantan Barat, di Kalan, cadangan Uranium masih tinggi, Kalan dan Kawat sekitar 34 ribu ton. Masih ada 20 daerah sumberdaya spekulatif. Thorium juga punya," ujar Adiwardojo.

Sumber Daya Manusia dalam mengembangkan teknologi nuklir juga sudah cukup siap. "Siap. Kita sudah punya tiga reaktor meningkatkan nuklir. Nuklir untuk pertanian, dimana SDM kita sudah bisa untuk nuklir untuk padi, untuk kesehatan, tinggal untuk listrik ya," ujar Adiwardojo.

Meskipun demikian, untuk pengembangan teknologi nuklir tetap diperlukan komitmen jangka panjang pemerintah. "Kalau pengembangan nuklir, jangka panjang ya komitmennya," imbuh Adiwardojo.

Penulis: C12-09   |   Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.