KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
ITB: "World Class University" Bukan Tujuan Utama!
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
Selasa, 27 Oktober 2009 | 10:45 WIB
shutterstock
Ilustrasi: "Percuma, jika punya peringkat yang tinggi, tetapi tidak berkontribusi bagi masyarakat. WCU (world class university) penting, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana perguruan tinggi itu bermanfaat, berkontribusi bagi negara dan masyarakat," papar Hasanuddin Z. Abidin, anggota Senat Akademik Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Selasa (27/10).
TERKAIT:

BANDUNG, KOMPAS.com — Label world class university atau universitas kelas dunia yang muncul dari hasil pemeringkatan lembaga survei dunia semacam Times Higher Education-QS World University Rangking hendaknya tidak dijadikan tujuan bagi perguruan tinggi di Indonesia.

"Percuma jika punya peringkat yang tinggi, tetapi tidak berkontribusi bagi masyarakat. WCU (world class university) penting, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana perguruan tinggi itu bermanfaat, berkontribusi bagi negara dan masyarakat," papar Hasanuddin Z Abidin, anggota Senat Akademik Institut Teknologi Bandung, Selasa (27/10) di Bandung.

Hasanuddin mengungkapkan hal tersebut saat dimintai tanggapan mengenai penurunan peringkat ITB di dunia mengacu THE-QS World University Rangking. Dalam survei terbaru, ITB berada di peringkat ke-351 atau turun 36 peringkat dari tahun sebelumnya.

Perguruan tinggi asal Indonesia, ungkapnya, mestinya berkaca dari perguruan-perguruan tinggi di Jepang. "Mereka tidak memikirkan bagaimana peringkatnya di dunia. Bagi mereka, yang lebih penting adalah bagaimana hasil penelitian bisa bermanfaat untuk masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, konsep yang ideal mengenai WCU adalah yang berkebangsaan. "Artinya, tetap go international. Namun, kakinya tetap berpijak kuat di masyarakat," ucapnya kemudian.

Di mata mahasiswa, penurunan peringkat ITB di survei THE QS pun tidak terlalu diambil pusing. "Biarkan saja, toh kami tetap leading di bidang teknologi karena di sinilah spesifik keahlian ITB," ujar Presiden BEM Keluarga Mahasiswa ITB Ridwansyah Yusuf Achmad.

Meskipun secara umum turun, dilihat dari per kategori bidang keahlian, peringkat ITB justru melesat naik, yaitu menjadi ke-80 dari tahun sebelumnya ke-90 dunia. "Berapa banyak dampak ITB kepada masyarakat, inilah yang lebih penting," ungkapnya. 

Editor: latief   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.