KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Sepasang Owa Jawa akan Dilepasliarkan di Gunung Gede Pangrango
Kamis, 15 Oktober 2009 | 19:33 WIB
KOMPAS/ARBAIN RAMBEY
Owa jawa (Hylobates moloch), yang diduga tinggal sekitar 200 ekor di Pulau Jawa, akhir-akhir ini sering muncul di sekitar Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Jawa Barat. Kemunculan owa jawa ini diduga karena tertarik dengan suara-suara owa jawa yang ada di dalam TSI. Foto diambil Selasa (13/5) pukul 08.00 WIB dari jarak sekitar 300 meter dengan lensa super tele.

BOGOR, KOMPAS.com - Echi dan Septa, sepasang owa jawa, akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jumat (16/10). Sebelum pelepasliaran ke habitat aslinya itu, keduanya telah menjalani penyesuaian lingkungan di kandang habituasinya di Blok Hutan Tiwel, Resort Bodogol BPTN Wilayah III Bogor TNGGP.

Owa jawa (Hylobates moloch) adalah satu-satunya jenis primata yang tidak memiliki ekor dari keluara owa yang ditemukan di Pulau Jawa. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) owa termasuk satwa terancam punah.

Penyebab, hutan hujan tropis tempat tinggal dan hidupnya menghilang dengan cepat, akibat tekanan pembangunan dan pertumbuhan populasi manusia. Ini diperburuk dengan kejahatan pemburuan satwa yang tinggi, karena owa termasuka satwa peliharaan kegemaran manusia.

Sebagai satwa langka (endangered), owa jawa memerlukan upaya konservasi yang komperhensif. 8erkaitan dengan itu Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa atau Java Gibbon Center (JGC) yang dibangun tahun 2003 dan berlokasi di TNGGP, telah menerima 30 ekor owa jawa asal sitaan Departemen Kehutanan dan diserahkan langsung oleh masyarakat.

Kepala Balai Besar TNGGP Sumarto Suharno mengatakan Menteri Kehutahan MS Kaban akan memimpin pelepasliaran pasangan Echi dan Septa. "Dipastikan pasangan owa jawa yang diperkirakan kelahiran 2009 sudah siap dilepasliarkan ke alam sebagaimana ditunjukan dengan prilaku nyayian paginya (morning call) dan menginsumsi 100 persen pakan alaminya di dalam kandang habituasi," katanya.

Penulis: RTS   |   Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.