KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Anoa dan Rusa Terancam Punah
Rabu, 7 Oktober 2009 | 14:31 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Satwa liar yang dilindungi di Sulawesi Tenggara terancam punah, menyusul adanya perburuan yang tidak terkendali terhadap hewan liar itu.
      
Kepala Seksi Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Sultra, Sakrianto Djawie, di Kendari, Rabu (7/10), mengatakan, sejumlah satwa liar yang dilindungi di Sultra kini populasinya terancam punah, antara lain anoa, rusa, babi rusa, dan monyet sulawesi.
       
Untuk mengantisipasi kepunahan itu, BKSDA Provinsi Sultra melakukan sosialisasi peredaran tumbuhan dan satwa liar yang sudah termasuk kategori dalam pengawasan ketat. Ia mengatakan, sosialisasi ini penting dilakukan untuk memupuk kesadaran masyarakat agar turut melindungi satwa liar yang hampir punah.
       
"Kita patut khawatir karena jumlah satwa dilindungi semakin sedikit, sebagai contoh rusa di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai sekarang ini sudah susah kita temukan akibat adanya perburuan oleh masyarakat secara besar-besaran, padahal dulu kalau kita lewat di kawasan itu bisa kita lihat ratusan hewan rusa bergerombol," ujarnya.
       
Menurut dia, kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan konservasi agar mereka lebih mengenal jenis satwa-satwa yang dilindungi.
     
BKSDA, kata Sakrianto, juga melatih kader konservasi dari masyarakat yang akan membantu sosialisasi itu. Sekitar dua tahun lalu, para kader ini diberikan insentif, tetapi saat ini tidak ada lagi alokasi anggaran insentif itu.
     
"Kami juga melatih kader sehingga kami terbantu untuk memantau kawasan konservasi sebab jumlah personel BKSDA sangat terbatas. Sayangnya insentif bagi kader ini sudah ditiadakan, tapi mudah-mudahan dengan kesadaran mereka bisa tetap bekerja walaupun tidak diberikan insentif," tambahnya.

Penulis: ABI   |   Editor: Abi   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.