Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:17 WIB
Ribuan Kerbau Kalahkan Puluhan Gajah
IGN sawabi | Abi | Rabu, 7 Oktober 2009 | 10:12 WIB
|
Share:

KOMPAS/ILHAM KHOIRI

LABUHAN RATU, KOMPAS.com — Seribuan ekor kerbau milik warga menjadi pengganggu habitat gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sehingga banyak gajah yang keluar dari wilayah asalnya dan masuk ke areal yang didiami penduduk.
    
"Kami melihat ada seribuan kerbau milik warga yang dilepas di taman. Itu sangat mengganggu habitat gajah," kata pawang gajah di TNWK Lampung, Nazarudin, di Labuhan ratu, Lampung Timur, Rabu.
    
Dia menjelaskan, TNWK telah menyurati sejumlah pejabat pemerintahan di daerah itu terkait keberadaan kerbau warga yang masuk ke taman nasional, namun tidak ada upaya konkret menanganinya. Menyinggung puluhan ekor gajah keluar TNWK dan merusak tanaman penduduk, ia mengakui memang ada, tetapi jumlahnya tidak banyak, sekitar 30-40 ekor.
    
"Kami melakukan penghitungan saat menggiring kawanan gajah masuk ke taman. Jumlahnya sekitar 30-40 ekor, tidak mencapai 80-an ekor," kata dia.
    
Ditambahkannya, penggiringan gajah liar tersebut dilakukan dari pagi hingga sore karena medannya cukup sulit dan jauh sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
    
"Namun, malam hari kami tetap melakukan penjagaan bersama masyarakat yang desanya berbatasan dengan taman nasional," terang dia.
    
Kawanan gajah itu, ujarnya, memang gajah liar asli TNWK sehingga  proses penggiringan ke dalam hutan dilakukan secara hati-hati. "Kami melibatkan 18 mahut atau pelatih gajah, tiga polisi kehutanan, serta petugas dari pengendali ekosistem hutan," kata dia.
    
Menanggapi hal itu, Kepala Balai TNWK Jhon Kenedie di Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, mengatakan, kerbau yang sengaja dilepas warga ke TNWK itu sangat mengganggu gajah karena pakan yang seharusnya dimakan gajah sudah ludes dihabiskan kerbau itu.
    
Selain itu, lanjutnya, gajah tidak mau menyerang hewan kerbau karena jumlah kerbau yang diliarkan mencapai ribuan. "Habitat gajah terancam jika kerbau milik warga dibiarkan begitu saja," ujarnya.
    
Populasi gajah di TNWK yang luasnya sekitar 135.000 hektar lebih itu saat ini hanya mencapai 200-250 ekor untuk yang liar, dan yang di Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas sebanyak 62 ekor.

Sumber :
ANT