KOMPAS
Jumat, 19 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Buaya Senyulong Terancam Punah
Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Aji Dewabrata
Selasa, 29 September 2009 | 17:56 WIB
DOK. BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM KALIMANTAN TENGAH
Seekor buaya senyulong yang dipelihara warga Desa Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Selasa (16/6). Buaya berukuran panjang 4 meter dengan bobot 500 kilogram itu dititipkan di Yayasan Kalaweit di Pulau Hampapak, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya.
TERKAIT:

PALEMBANG, KOMPAS.com - Keberadaan buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) di Sumsel semakin terancam. Buaya senyulong termasuk jenis buaya yang dilindungi.

Habitat buaya senyulong di Sumsel ada di kawasan hutan rawa gambut Merang Kepayang, Kecamatan Bayunglincir, Kabupaten Musi Banyuasin. Buaya Senyulong memiliki bentuk moncong yang panjang dan sempit serta panjang tubuh 5-6 meter.

Menurut Manager Advokasi dan Studi Kebijakan Wahana Bumi Hijau (WBH), Aidil Fitri, Selasa (29/9) di sela-sela seminar bertema Perlindungan Buaya Senyulong, berdasarkan survei WBH pada tahun 2009 di Sungai Merang, Musi Banyuasin kepadatan populasi buaya senyulong hanya 0,13 per kilometer persegi. Artinya dalam wilayah seluas 10 kilometer persegi hanya terdapat satu ekor buaya senyulong.

Survei terakhir bulan Agustus 2009 di hulu Sungai Merang sepanjang 70 kilometer, kami hanya menjumpai empat ekor buaya senyulong, kata Aidil.

Aidil mengungkapkan, menurunnya populasi buaya senyulong disebabkan pembalakan liar yang merusak habitat buaya. Penangkapan ikan dengan cara menyetrum juga menyebabkan buaya senyulong mati.

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.