Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 13:46 WIB
Buaya Senyulong Terancam Punah
Wisnu Aji Dewabrata | Selasa, 29 September 2009 | 17:56 WIB
|
Share:

DOK. BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM KALIMANTAN TENGAH
Seekor buaya senyulong yang dipelihara warga Desa Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, Selasa (16/6). Buaya berukuran panjang 4 meter dengan bobot 500 kilogram itu dititipkan di Yayasan Kalaweit di Pulau Hampapak, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya.

TERKAIT:

PALEMBANG, KOMPAS.com - Keberadaan buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) di Sumsel semakin terancam. Buaya senyulong termasuk jenis buaya yang dilindungi.

Habitat buaya senyulong di Sumsel ada di kawasan hutan rawa gambut Merang Kepayang, Kecamatan Bayunglincir, Kabupaten Musi Banyuasin. Buaya Senyulong memiliki bentuk moncong yang panjang dan sempit serta panjang tubuh 5-6 meter.

Menurut Manager Advokasi dan Studi Kebijakan Wahana Bumi Hijau (WBH), Aidil Fitri, Selasa (29/9) di sela-sela seminar bertema Perlindungan Buaya Senyulong, berdasarkan survei WBH pada tahun 2009 di Sungai Merang, Musi Banyuasin kepadatan populasi buaya senyulong hanya 0,13 per kilometer persegi. Artinya dalam wilayah seluas 10 kilometer persegi hanya terdapat satu ekor buaya senyulong.

Survei terakhir bulan Agustus 2009 di hulu Sungai Merang sepanjang 70 kilometer, kami hanya menjumpai empat ekor buaya senyulong, kata Aidil.

Aidil mengungkapkan, menurunnya populasi buaya senyulong disebabkan pembalakan liar yang merusak habitat buaya. Penangkapan ikan dengan cara menyetrum juga menyebabkan buaya senyulong mati.