JAKARTA, KOMPAS.com — Menyambut hari jadi yang ke-31, Selasa (18/8), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan kesepakatan bersama (MoU) dengan sejumlah perusahaan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi di Auditorium Gedung BPPT, Jakarta.
Dalam sambutan pembukanya, Kepala BPPT DR Ir Marzan A Iskandar mengatakan, tujuan dari penandatanganan MoU tersebut adalah untuk meningkatkan kemandirian BPPT dan industri nasional, serta untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat kemandirian bangsa.
"MoU itu juga meningkatkan daya saing industri di Indonesia dan untuk mengembangkan inovasi dan teknologi ilmu pengetahuan teknologi di Indonesia," ujarnya.
MoU tersebut dicapai BPPT dengan 8 mitranya, antara lain dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yakni MoU di bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional.
Kemudian dengan Universitas Multi Media Nusantara yakni MoU di bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat, industri, dan lembaga pemerintah. Lalu dengan Institute Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta untuk bidang peningkatan sumber daya manusia dalam rangka upaya pemasyarakatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
MoU juga dilakukan BPPT dengan PT Angkasa Pura di bidang pengkajian, pengembangan pengujian dan sosialisasi teknologi dalam mendukung implementasi Cns/Atm serta efisiensi penggunaan energi, MoU dengan Kabupaten Lombok Buruk di bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah Kabupaten Lombok Barat.
Serta MoU dengan PT Kuark Internasional di bidang pengembangan sains Indonesia dalam rangka peningkatan kualitas iptek dan MoU dengan Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu di bidang pengelolaan limbah, konservasi energi, dan enchance oil recovery (EOR). Terakhir, MoU dengan PT Agronesia di bidang pengkajian dan penerapan teknologi karet berbasis sumber daya lokal.
