Sabtu, 19 April 2014

News / Nasional

IPB Kembangkan AC Ramah Lingkungan

Minggu, 26 Juli 2009 | 21:05 WIB

Baca juga

BOGOR, KOMPAS.com - Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor (PPLH-IPB) telah mengembangkan alat pendingan ruangan (AC) ramah lingkungan, sebagai sumbangsih menyikapi isu kerusakan lingkungan. Juru Bicara IPB Ir Henny Windarti, MSi di Bogor, Minggu (26/7) menjelaskan, alat pendingin ruangan itu telah diretrofit, dengan cara mengganti refrigeran dari freon (CFC) ke hidrokarbon.

"Pemakaian hidrokarbon menyebabkan pengurangan efek gas rumah kaca dan pemanasan global karena hidrokarbon tidak bereaksi dengan ozon," katanya mengutip para peneliti di PPLH.

Dia menjelaskan AC dengan kekuatan 1,5 PK (tenaga kuda) yang telah diretrofit dan menunjukkan penurunan amphere sebesar 24 persen, dan hal ini berarti terjadi penurunan pemakaian energi listrik. Menurut dia, retrofit tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menghemat energi dan biaya listrik, sehingga bisa dibayangkan jika beribu-ribu alat pendingin yang ada di IPB, baik AC ruangan, AC mobil, maupun kotak pendingin/kulkas/freezer diretrofit, akan banyak energi yang akan dapat dihemat.

"Jadi, sebanyak itulah biaya listrik akan dapat dihemat, dan sudah pasti efek rumah kaca dapat dikurangi dan pemanasan global pun dapat dihambat," katanya.

Ia menambahkan, sebagai pusat penelitian yang bergerak di bidang lingkungan, PPLH-IPB terus berusaha menyumbangkan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki untuk kelestarian lingkungan. Berbagai pelatihan lingkungan, seperti analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), pengelolaan lingkungan hidup daerah, pengelolaan sampah, dan lainnya telah dan masih terus dilakukan.

Selain itu, PPLH juga telah mengembangkan desa mandiri berbasis mikro hidro yang memanfaatkan sumberdaya air untuk kemaslahatan masyarakat dan konservasi hutan. "Selain itu juga telah mengaplikasikan hasil penelitian dalam pengelolaan sampah dan pengomposan melalui probio," ujar Henny Windarti.


Editor :
Sumber: