JAMBI, KOMPAS.com-Samsuar (40), warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang pada Jumat (10/7) hilang diduga dimakan buaya di Sungai Teluk Dawan saat sedang mandi, akhirnya ditemukan pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 13:00 WIB dalam kedaan tewas.
"Korban sudah ketika ditemukan dalam keadaan tewas," kata Kapolres Tanjabtim AKBP Budi Wasono melalui Kapolsek Muarasabak Barat Ipda Gunawan ketika dikonfirmasi, Minggu (12/7).
Korban Samsuar merupakan warga RT 2 Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muarasabak Barat, Kabupaten Tanjabtim, diketahui hilang saat sedang mandi Sungai Teluk Dawan usai membongkar kayu-kayu jembatan kecil bersama beberapa temannya. Diduga korban dimakan buaya, karena sungai tersebut dikenal banyak buayanya, setelah hilang pencaharian langsung dilakukan oleh kepolisian bersama warga sekitar yang langsung dipimpin Kapolres Tanjab Timur AKBP Budi Wasono dengan menyisiri perairan di sepanjang Sungai Teluk Dawan.
Pada Sabtu (11/7) pencarian korban dilanjutkan yang dipimpin oleh Wakapolres Tanjabtim Kompol Kamal Bahtiar, akhirnya korban berhasil ditemukan namun dalam keadaan tewas. Jasad korban ditemukan di dasar Sungai Teluk Dawan, sekiar 500 meter dari jembatan panjang Teluk Dawan lokasi korban digigit buaya. Korban pertama kali ditemukan oleh Saprizal (28), warga RT 02 Kelurahan Teluk Dawan.
Kondisi jasad korban terdapat bekas luka gigitan buaya di kaki (betis) sebelah kanan. Korbanpun langsung disemayamkan di rumahnya, dan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Teluk Dawan.
Peristiwa itu berawal saat Samsuar selesai membongkar kayu untuk jembatan, kemudian korban langsung mandi dengan menceburkan diri ke Sungai Teluk Dawan. Di saat sedang asyik mandi itulah tubuh korban langsung digigit buaya, korban berusaha meronta, namun gigitan buaya lebih kuat dan buaya itu membawa tubuh korban ke dalam air. Warga yang melihat kejadian itu tak kuasa membantu, buaya itu sangat brutal dan membawa tubuh korban ke dalam air.

