BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Didy Wurjanto, Minggu (12/7) mengatakan, pemindahan harimau sumatera atau Panthera tigris sumatrae betina bernama Salma dari Jambi ke Tampang Belimbing, Lampung Barat berlangsung lancar.
Pesawat sewaan khusus berangkat dari Jambi pukul 06.30 dan langsung menuju kawasan Tambling. Pesawat tiba di Tambling pukul 09.00. Serah terima Salma dari BKSDA Jambi kepada pengelola Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) melalui pihak pengelola Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dilakukan.
"Kepala Balai Besar TNBBS yang menerima Salma dari saya disaksikan Menteri Pertanian Anton Apriantono, Pemilik Artha Graha Grup selaku pengelola TWNC Tommy Winata, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, dan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri," ujar Didy.
Setelah diterima, Salma yang selama empat bulan setelah penangkapan di Jambi dikurung di kandang kecil, di TWNC dimasukkan dalam kandang ukuran 5x5 meter. Di kandang sosialisasi tersebut Salma bertemu dengan tiga ekor harimau sumatera asal Aceh Selatan yang dipindahkan dari Nangroe Aceh Darussalam ke Tambling 27 Juni 2008. Dua ekor harimau asal Aceh lainnya sudah dilepasliarkan.
Di kandang sosialisasi tersebut Salma akan mendapat pengawasan dan pemulihan kesehatan . Selain itu, tim pemantau juga akan membantu Salma memulihkan insting keliarannya. "Rencananya, Salma akan dilepasliarkan pada 24 Juli 2009. Namun tim masih akan memantau kesiapan dan kondisi Salma," ujar Didy.


