LEBAK, KOMPAS.com - Kehidupan lutung ekor panjang (langur atau spesies monyet) di Kabupaten Lebak, Banten, terancam akibat ulah masyarakat setempat yang membuka ladang dan huma sehingga ruang geraknya semakin sempit.
"Selama lima tahun terakhir ini populasi lutung mengalami degradasi akibat adanya pembukaan ladang itu," kata Komarudin (50) petugas penyuluh Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Lebak, Senin (22/6).
Komarudin mengatakan, saat ini populasi lutung ekor panjang yang ada di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, semakin terancam sehingga perlu adanya perlindungan ekosistem di habitatnya. Sejauh ini, banyak masyarakat yang membuka hutan-hutan dijadikan lokasi ladang sehingga kehidupan satwa primata itu terancam kelaparan. Bahkan, lutung berwarna hitam-hitam kini sudah tinggal di sekitar pohon besar di bantaran sungai Ciberang karena habitatnya berubah menjadi ladang.
Saat ini, kata dia, diperkirakan populasi lutung ekor panjang antara 800-1.000 ekor tersebar di Desa Maraya, Sindang Sari, Calungbungur, dan Mekarsari, Kecamatan Sajira.
Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau pemerintah memberikan kepedulian terhadap lutung-lutung tersebut. "Jika tidak ada kepedulian dipastikan populasi lutung ekor panjang sebagai kebanggaan warga Kabupaten Lebak terancam punah," katanya.
Menurut dia, Tahun 1970-an jumlah populasi lutung ekor panjang di Kecamatan Sajira masih ribuan ekor, tersebar di hutan milik warga maupun hutan lindung.
Selama ini, keberadaan lutung terkadang masuk ke pemukiman penduduk untuk mencari makanan apabila mereka kelaparan. Selain itu, juga terkadang menggigit warga akibat kelaparan itu.
Sebetulnya, lanjut dia, makanan lutung berupa dedaunan namun habitatnya menghilang kini beralih ke pisang atau buah-buahan. "Saya berharap nasib mereka yang kini sangat memprihatinkan ada yang peduli terhadap satwa yang dilindungi itu," ujar Komarudin sambil menyatakan hingga saat ini tidak ditemukan pemburuan lutung yang dilakukan warga.
Sementara itu, Bahtiar (30) pencinta alam di Kabupaten Lebak, mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar segera mendata juga membuat kawasan lutung sehingga mereka tidak lari lagi ke rumah-rumah warga untuk mencari makanan.
Saat ini, lanjut dia, mereka kelaparan karena kondisi hutan rusak akibat penebangan pohon yang selama ini dijadikan tempat berlindung lutung. "Memang, lutung-lutung di Sajira habitatnya di hutan warga dan hutan lindung," jelasnya.

