BENGKULU, KOMPAS.com - Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu berhasil menangkap seekor buaya dengan panjang 2,5 meter dan berat sekitar 200 Kg yang selama ini meresahkan warga di sekitar Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.
Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Bengkulu, Jaja Mulyana, ketika dikonfirmasi Sabtu menjelaskan petugas berhasil menangkap buaya itu sekitar jam 06.00 WIB dengan menggunakan perangkap dari kerangkeng besi dan menggunakan umpan seekor ayam.
"Kita mendapatkan pengaduan dari warga Jenggalu terkait kemunculan buaya yang telah menggigit salah seorang warga setempat. Tindak lanjut dari pengaduan kami menurunkan tim untuk melakukan penangkapan dan berhasil," ujarnya.
Warga Desa Jenggalu resah karena kemunculan buaya dalam satu bulan terakhir dan sering keluar berjemur, bahkan sudah menggigit seorang warga yang sedang mandi di sungai.
Binatang tersebut, kata dia, masuk perangkap yang dipasang petugas di rawa-rawa pinggir Sungai Jenggalu. Ia tidak memastikan buaya yang tertangkap itu yang telah menggigit warga setempat, beberapa waktu lalu.
"Saya tidak bisa pastikan, apakah yang tertangkap itu yang menggigit warga atau bukan. Kami akan terus melakukan pengintaian untuk memastikan apakah di sekitar Desa Jenggalu itu masih ada buaya atau tidak," katanya.
Jaja juga meminta warga untuk tetap berhati-hati karena buaya di sepanjang aliran sungai tersebut cukup banyak, jadi sewaktu-waktu bisa saja ada yang masuk ke kawasan Desa Jenggalu. "Kalau ada warga yang melihat buaya, saya minta segera melaporkan ke petugas BKSDA agar bisa dilakukan penangkapan sebelum menimbulkan korban," katanya.
Ketika ditanya, dia mengatakan belum memutuskan buaya yang ditangkap itu akan diamankan di Tawan Satwa Kota Bengkulu atau Taman Satwa Bukit Konok Kabupaten Kepahiang. "Sampai saat ini kami belum tahu pasti mau disimpan dimana buaya tersebut karena masih menunggu Kepala BKSDA," katanya.

