PEKANBARU, KOMPAS.com - Kematian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) kembali terjadi di Riau, yakni seekor gajah piaraan PT Arara Abadi ditemukan mati dengan indikasi diracun di Perawang, Kabupaten Siak, Jumat.
"Ada gajah mati, ada polisi dan orang kehutanan datang ke lokasi," ujar Rahim salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari jalan masuk lokasi yang berada tidak jauh dari pabrik PT Indah Kiat and Paper (IKPP).
Kabid Teknis Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Sahimin saat dikonfirmasi mengakui adanya kasus temuan gajah yang mati dilokasi PT Arara Abadi, anak perusahaan PT. IKPP. "Kami sudah mengirimkan tim untuk melakukan penyelidikan lengkap dengan dokter hewan untuk melakukan autopsi," ujar Sahimin.
Menurut dia, pihaknya mengikutsertakan dokter hewan ke lokasi agar kematian gajah tersebut dapat diketahui cepat karena jika dibiarkan bangkai gajah itu lama-lama di lokasi akan membusuk dan akan mengganggu proses autopsi.
Ia mengatakan, PT Arara Abadi yang bergerak dibidang tanaman industri itu memelihara dan membina sembilan ekor gajah yang terdiri dari tujuh induk dan dua ekor anak. "Gajah itu milik pemerintah, tapi yang memelihara perusahaan," tambah Sahimin.
Humas PT Arara Abadi Nurulhuda mengakui memang ada satu ekor gajah binaanya mati dengan indikasi diracun dan tanpa gading. "Pembunuhnya profesional dan gading gajah tersebut diambil. Nanti saya akan memberikan informasi lengkap karena saat ini masih dalam perjalanan," katanya.
Kapolres Siak AKBP Hasbullah saat dihubungi mengatakan belum dapat memberi komentar tentang kematian seekor gajah tersebut. "Biarlah pihak yang lebih berwenang yakni KSDA Riau yang memberikan komentar," katanya mengelak.
Kasus Gajah Diracun
* Kasus pertama ditemukan dua ekor gajah mati tanpa gading di lokasi Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak pada awal Mei.
* Kasus kedua pada akhir Mei dan awal Juni 2009, empat ekor gajah ditemukan mati juga karena diracun dan dibakar akibat konflik di lokasi perusahaan PT Rimba Peranap Indah (RPI) perusahaan hutan tanaman industri pemasok kayu bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
* Kasus ketiga pada pertengahan Juni ini satu ekor pejantan tangguh mati tanpa gading di areal tempatnya dibina di lokasi PT Arara abadi.

