JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana menggelar Deklarasi Kampanye Damai 10 Juni 2009 mendatang, namun KPU baru akan menyampaikan surat undangan resmi untuk tiga pasangan capres dan cawapres, Kamis (4/6) besok. Hal tersebut disampaikan anggota sekaligus Ketua Pokja Kampanye KPU I Gusti Putu Artha, di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (3/6).
"Kita akan atur-atur supaya semuanya bisa hadir. Surat resmi besok akan disampaikan kepada tim pasangan capres dan cawapres," kata Putu. Ia mengatakan pelaksanaan deklarasi tersebut ada kemungkinan di Ruang Utama Kantor KPU atau di Taman Mini Indonesia (TMII), Jakarta.
Sedianya, acara ini akan digelar sekitar pukul 09.00 WIB namun Putu belum dapat memastikan. "Rencananya kalau tidak jam 09.00, ya mungkin sore," kata Putu.
Sebelumnya, KPU mewacanakan akan menggelar Deklarasi ini tanggal 2 Juni 2009 atau tepat hari pertama kampanye Pilpres. Namun, jadwal deklarasi kemudian diundur menjadi tanggal 10 Juni 2009. Terkait hal ini, Putu kembali menegaskan pengunduran jadwal deklarasi merupakan hasil keputusan rapat Pleno KPU agar dapat dilakukan persiapan lebih matang.
"Pleno menyatakan kalau dilaksanakan tanggal 2 Juni kita tidak siap karena waktunya mepet. Lagian tidak magis rasanya. Program deklarasi itu kan ranah pleno KPU," paparnya.
Namun, alasan KPU yang mengundur jadal tersebut sebelumnya dinilai mengada-ada. Sebab, pada tanggal 2 Juni 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Bahkan pengunduran tanggal 10 Juni 2009 dikeluhakan tim sukses SBY karena pada hari itu Presiden SBY akan meresmikan Jembatan Suramadu di Surabaya.

