Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 02:49 WIB
Pemerintah Pastikan Operator Tol Suramadu Bukan Pihak Asing
Aloysius Budi Kurniawan | Jumat, 29 Mei 2009 | 21:20 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS — Pemerintah memastikan tol Suramadu tidak akan diserahkan kepada pihak asing, tetapi dikelola operator dalam negeri. Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di sela-sela kunjungannya ke Jembatan Suramadu, Jumat (29/5) di Surabaya.

Selain Djoko, hadir pula tiga menteri lain, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Menteri Komunikasi Informatika Mohammad Nuh.

"Jalan tol Suramadu akan dikelola operator dalam negeri. Tidak ada operator luar negeri dalam tender, tapi hanya operator-operator dari Indonesia saja," kata Djoko.

Sri Mulyani menambahkan, meski operator Suramadu berasal dari dalam negeri, pengelola tol nantinya tak sekadar dari Jawa Timur, tetapi terbuka secara nasional.

Setelah diresmikan tanggal 10 Juni 2009, pengelolaan tol Suramadu akan ditangani sementara oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT). Dalam jeda waktu 18 bulan, akan dilakukan proses tender operator jalan tol sebagai pengelola permanen.

Keempat menteri tiba di kaki Jembatan Suramadu sekitar pukul 10.00. Setelah mendengarkan paparan perkembangan pembangunan Suramadu di Kantor Satuan Kerja Sementara Pembangunan Suramadu, para menteri kemudian melewati Suramadu dengan mengendarai bus.

Rombongan menteri meninjau pembangunan Suramadu, mulai dari jalan pendekat Suramadu Sisi Surabaya, bentang tengah Suramadu, jalan pendekat Suramadu Sisi Madura, hingga jalan akses Suramadu paling ujung di Kabupaten Bangkalan.

Djoko Kirmanto mengatakan, pembangunan Jembatan Suramadu dipastikan selesai total tanggal 5 Juni 2009 dan siap diresmikan tanggal 10 Juni 2009. "Masih ada beberapa pagar yang harus dipasang dan pengaspalan di beberapa sisi, tetapi sebelum tanggal 5 Juni 2009 mendatang, seluruhnya dipastikan rampung," tuturnya.