SAMARINDA, KOMPAS.com — Sebanyak 10 orangutan diterima oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur dari kalangan warga. Satwa-satwa itu berasal dari kawasan hutan yang rusak di Kalimantan Timur.
"Semua orangutan kami titipkan dan dipelihara oleh staf Kantor Seksi Wilayah I Tenggarong karena BOSF sebagai mitra pemerintah untuk program introduksi tidak mampu lagi menampung," kata Gustina selaku Koordinator Perlindungan pada BKSDA Kaltim di Samarinda, Jumat (15/5).
Juru Bicara Yayasan Penyelamatan Orangutan Kalimantan (BOSF) Nanang Kasim mengatakan, fasilitas rehabilitasi sudah terisi penuh orangutan. "Kami juga menghadapi masalah lain yakni sulit mencari hutan untuk melepasliarkan orangutan hutan banyak rusak," katanya.
Untuk itu, selain kawasan Hutan Lindung Gunung Beratus, lanjut Nanang, BOSF mengusulkan agar areal hutan bekas dikelola PT Mugitriman di Kutim bisa dijadikan tempat pelepasliaran orangutan.


