SAMARINDA, KOMPAS.com — Sekitar 30 orang yang menyatakan diri Komite Persiapan Sarekat Hijau Indonesia Kalimantan Timur berdemonstrasi di simpang empat Vorvoo, Kota Samarinda, Rabu (13/5).
KP SHI yang terdiri dari 14 organisasi massa mengecam pembubaran aksi sipil dan penangkapan dua aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang kemudian dibebaskan oleh polisi terkait Konferensi Kelautan Dunia di Manado, Sulawesi Utara, Senin (11/5) lalu.
Tindakan represif aparat untuk melindungi kepentingan pemilik modal dan segelintir elite penguasa yang ambisius, tulis pernyataan sikap KP SHI yang bernada menyindir dan mengkritik keras. ereka mendesak polisi tidak lagi membubarkan aksi-aksi massa yang sebenarnya damai dan tidak mengganggu konferensi.
Polisi harus bijaksana, kata Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Kaltim Kahar Al Bahri saat berorasi.

