Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 22:04 WIB
Ayo Lestarikan Laut lewat Gerakan Cinta Bahari
Tri Wahono | Rabu, 13 Mei 2009 | 17:54 WIB
|
Share:

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Indukan penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dilepaskan kembali ke laut oleh relawan dari kelompok pencinta hewan Kutilang di Pantai Trisik, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (10/6). Indukan penyu seberat 50 kg ini ditemukan nelayan di bawah jaring ikan di tepi Pantai Trisik, Yogyakarta.

MANADO, KOMPAS.com — Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mencanangkan Gerakan Cinta Bahari di Kapal Baruna Jaya IV, di Teluk Manado, Rabu (13/5). Dalam pencanangan itu, Menristek meminta masyarakat Indonesia mencintai laut sehingga harus menjaga dan melestarikannya.

"Laut merupakan bagian dari kehidupan manusia yang selalu menyerap karbon akibat pemanasan global," katanya. Di sela-sela pelayaran dengan Kapal Baruna Jaya berkeliling Teluk Manado hingga Taman Nasional Laut Bunaken, Menteri mengatakan, kondisi laut semakin terdegradasi akibat perubahan iklim serta aktivitas di laut yang tidak ramah lingkungan.

Menristek, yang hadir dalam kapasitas memfungsikan kapal Baruna Jaya IV itu, turut menyaksikan pameran terapung di kapal itu saat berlayar ke Pantai Manado. Turut hadir pada pelayaran tersebut sebanyak 200 pramuka se-Indonesia yang mengikuti pelayaran Gerakan Cinta Bahari.

Beberapa peserta yang ikut dalam pelayaran Baruna Jaya IV itu mengaku miris menyaksikan kondisi Taman Nasional Laut Bunaken yang penuh sampah.
Pemerintah harus mengantisipasi dampak negatif pada pengelolaan Taman Nasional Bunaken dengan membersihkan tumpukan sampah. Demikian kata Waldi, salah satu peserta pelayaran cinta bahari itu.

Sumber :
Antara