Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:31 WIB
Protes Kongres Kelautan, Dua Aktivis Walhi Ditangkap
Tri Wahono | Senin, 11 Mei 2009 | 21:07 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak dua aktivis Walhi ditangkap aparat kepolisian karena melakukan aksi unjuk rasa terhadap penyelenggaraan Kongres Kelautan Dunia atau World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI). Masing-masing Direktur Eksekutif Nasional Walhi Berry Nahdian Furqon dan Juru Kampanye Air dan Pangan Walhi Erwin Usman.

"Saat ini Berry dan Usman masih berada di tahanan Polwiltabes Manado dan sedang di-BAP (berita acara pemeriksaan)," kata Direktur Walhi Sulawesi Utara Yahya La Ode di Manado, Senin (11/5). Keduanya ditahan di Polwiltabes Manado seusai acara pembukaan Konferensi Nelayan Nasional Indonesia yang digelar bersamaan dengan konferensi tersebut. 

Yahya mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan kepada beberapa pengacara dari LBH Manado dan LBH Sulut untuk mendampingi Berry dan Usman.
Dia menjelaskan bahwa Berry dan Usman ditangkap paksa oleh aparat keamanan, saat hendak kembali ke hotel Kololongan Beach setelah aksi damai solidaritas di pantai Malalayangan Manado.

Mereka bersama ratusan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Manado menyerukan bahwa forum WOC dan CTI tidak akan menghasilkan keputusan yang membela nelayan tradisional. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah nelayan yang berdatangan dari berbagai penjuru Sulawesi Utara menggunakan lebih dari 21 perahu. Aliansi Manado dan ratusan nelayan Sulawesi Utara menggelar Zona Kebebasan dan Demokrasi di pantai Malalayang, sejak jam 9 pagi.

Namun, sekitar dua truk aparat keamanan mengepung kawasan tersebut bersama satu kapal patroli kepolisian untuk menghentikan acara tersebut. "Aparat keamanan menghentikan acara dengan alasan yang tidak jelas. Ketika melakukan penangkapan, mereka tidak menunjukkan surat penangkapan atau surat pembubaran acara," katanya.

Sebelumnya, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) memprotes upaya menghambat, menghalangi, dan mengintimidasi anggota Aliansi Manado dan nelayan-nelayan di Sulawesi Utara menjelang WOC dan KTT Coral Triangle Initiative (CTI) pada 11-15 Mei. Sejak Jumat, aparat pemerintah dan keamanan Sulut melakukan sejumlah pelarangan sepihak terhadap persiapan pertemuan Aliansi Manado. Yang diprotes itu, antara lain, tindakan menekan pemilik lokasi, tempat Aliansi Manado akan menyelenggarakan pertemuan, dan secara sepihak membatalkan penggunaan lokasi tersebut.

Sumber :
Antara