Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:31 WIB
Situs Majapahit Diarahkan Jadi Tujuan Wisata
Ingki Rinaldi | Minggu, 10 Mei 2009 | 22:25 WIB
|
Share:

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Buruh pembuat bata merah mengolah tanah di lokasi yang bersebelahan dengan Candi Brahu peninggalan zaman Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Selasa (30/12). Keberadaan ratusan industri bata merah di Trowulan menjadi salah satu faktor banyaknya sisa bangunan purbakala peninggalan Majapahit yang rusak bahkan hilang karena aktivitas penggalian tanah.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Peninggalan Kerajaan Majapahit berupa bekas kerajaan, struktur bangunan, candi, dan berbagai benda-benda arkeologis lainnya akan diarahkan menjadi bagian dari industri pariwisata andalan Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut tidak hanya akan menarik devisa dari kunjungan wisatawan, namun juga bagian upaya konservasi.

Rencana untuk menjadikan peninggalan Majapahit sebagai daerah tujuan wisata itu sebagian di antaranya ditujukan untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang masih hodup dari industri batu bata. Pemanfaatan tanah sekitar situs sebagai bahan baku selama ini cenderung merusak dan mengancam keberlangsungan peninggalan purbakala.

Upaya tersebut telah didukung pelaku usaha pariwisata, antara lain dari Pontjo Sutowo. Pengusaha dan praktisi industri pariwisata itu, Minggu (10/5) menjelaskan untuk tahap pertama akan dilakukan upaya pencerahan terhadap sebagian besar warga yang selama ini memproduksi batu bata.

Pencerahan yang dimaksudkan itu adalah penyadaran kepada sebagian besar warga agar mereka tidak lagi memproduksi batu bata dari tanah yang mengandung peninggalan Majapahit di dalamnya. Pontjo baru saja mendirikan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti untuk mendukung upaya tersebut.