PEKANBARU, KOMPAS.com — Sebanyak dua gajah sumatera (Elephas maximus sumatrae) ditemukan mati tanpa gading, Kamis (7/5), di kawasan hutan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim, Minas, Kabupaten Siak.
Menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, kedua gajah sumatera yang mati itu merupakan gajah jantan dewasa yang memiliki gading panjang dan bagus.
"Tadi pagi gajah tersebut ditemukan mahot-nya. Kedua gajah itu semula diduganya tertidur karena dalam posisi berbaring, tapi ternyata setelah mendekat, gajah itu mati dan gadingnya juga dicopot," ungkap seorang warga yang minta namanya tidak disebutkan.
Menurut dia, gading gajah yang berukuran cukup panjang dan besar itu ditemukan tidak jauh dari lokasi tempat tewasnya hewan yang dilindungi pemerintah itu.
Penemuan dua pasang gading gajah itu diperkirakan karena si pelaku batal membawa barang curiannya setelah membunuh hewan bertubuh tambun itu karena takut ketahuan.
Hutan itu dikelilingi kebun sawit, permukiman penduduk, dan jalan lintas Pekanbaru-Dumai.
PLG Minas mengakui, dua hewan tersebut merupakan peliharaan yang digembalakan tidak jauh dari kamp PLG di dalam kawasan Tahura.
"Diperkirakan, gajah itu mati diracun pada dini hari tadi karena, saat ditemukan, bangkainya masih segar," ujar salah seorang staf PLG yang juga tidak mau disebut namanya.
Menurut dia, dua gajah jantan itu bernama Tommy dan Ricky, masing-masing berumur sekitar 20 tahun. Terdapat puluhan gajah di PLG tersebut.
Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau Rachman Siddik tidak dapat ditemui dan dihubungi, sementara Kepala Tata Usaha BKSDA Riau Suhaimin mengatakan, "Kami sedang mengecek di lapangan."

