Jumat, 19 September 2014

News / Sains

Gunung Slamet Meletus 490 Kali Sehari

Selasa, 5 Mei 2009 | 19:51 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.COM - Intensitas letusan Gunung Slamet hingga 10 hari sejak kali pertama meletus masih relatif tinggi. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Slamet, Pulosari, Gambuhan, Pemalang, dalam dua hari terakhir jumlah letusan gunung tertinggi kedua di Jawa itu mencapai rata 490 kali per hari.

Kepala Subbidang Evaluasi Bencana Geologi pada Badan Geologi, Agus Solihin, Selasa (5/5), mengungkapkan, kekuatan letusan gunung Slamet bervariasi. Terkadang menyemburkan lava pijar hingga ketinggian 500 meter, terkadang hanya menghembuskan asap tebal kehitaman ke udara.

"Intensitas letusan Slamet dalam dua hari terakhir masih pada kisaran 500 kali dalam sehari. Letusan ini tid ak berbahaya dan hanya menyemburkan debu dan lava pijar. Debu hanya dirasakan masyarakat di wilayah utara seperti Pemalang dan Tegal," kata Agus usai memberikan sosialisasi antisipasi bencana Gunung Slamet di Kecamatan Cilongok, Banyumas, Selasa.

Agus melanjutkan, dibanding intensitas letusan yang terjadi pada 1 Mei lalu, yang 600 kali dalam sehari, jumlah letusan dalam dua hari terakhir relatif telah menurun. Namun demikian, hal itu tak dapat dijadikan patokan apakah peningkatan aktivitas vulkanik di gunung ini mulai mereda.  

"Pastinya, kami masih menetapkan status siaga hingga kini," kata Agus. Tipe letusan Gunung Slamet adalah stromboli, yakni menyemburkan lava pijar dan debu ke atas. Hal ini berbeda dengan Gunung Merapi yang letusannya disertai lelehan lava pijar dan wedhus gembel. Hal itu kecil kemungkinan terjadi di gunung ini.

Relatif kecilnya letusan Gunung Slamet juga dikarenakan posisi dapur magma yang relatif jauh dari puncak. Badan Gunung Slamet yang tambun dan tinggi, membuat gerakan magmatik dalam skala masif sulit menembus hingga permukaan kawah.

Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Banyumas, Junaidi, mengatakan, meskipun letusannya tak terlalu berbahaya, kewaspadaan masyarakat mengantisipasi kemungkinan bencana harus tetap ada, terutama masyarakat ring dua yang terletak empat kilo meter di sekitar gunung. Pemkab Banyumas membagikan 5.000 masker untuk kepada warga sekitar gunung untuk mengatisipasi sebaran debu letusan Gunung Slamet.

 


Editor :