Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:31 WIB
Empat Bayi Orangutan Nantikan Orangtua Asuh
Tri Wahono | Senin, 4 Mei 2009 | 13:26 WIB
|
Share:

Kompas/Rony Ariyanto
Idul, bayi Orangutan Sumatera (Pongo pygmaeus abelli) usia 37 hari, bermalas-malasan di atas tempat tidurnya di tempat ia diasuh oleh petugas Kantor Satwa Kebun Binatang Tamansari Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/1).

PASURUAN, KOMPAS.com — Saat ini ada sejumlah bayi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus) di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menanti orangtua asuh satwa.

General Manager TSI II Prigen Michael Sumampau, Minggu (3/5), mengatakan, di TSI Prigen kini setidaknya terdapat empat ekor bayi orangutan yang menanti uluran tangan orangtua asuh satwa.

"Keempat ekor bayi orangutan Kalimantan yang kini usianya antara 2 dan 7 bulan itu berada di rumah sakit satwa TSI II Prigen," katanya.

Bayi-bayi orangutan yang dirawat itu bukan karena sedang sakit, melainkan sengaja dipisahkan dari induknya sebagai upaya untuk mempercepat populasi satwa langka dan dilindung tersebut.

"Dengan dilakukan pemisahan anak terhadap induknya, akan mempercepat populasi orangutan. Namun, konsekuensinya adalah meningkatkan biaya perawatan terhadap bayi-bayi orangutan itu," katanya.

Oleh karena itu, TSI Prigen membuka kesempatan program orangtua asuh terhadap anak-anak satwa langka dan dilindungi.

"Untuk menjadi orangtua asuh satwa langka di antaranya orangtua asuh diberi kewajiban memberi bantuan dana konservasi sebesar Rp 3 juta per tiga bulan," katanya.

Sebagai kompensasi, para orangtua asuh juga diberi kesempatan untuk memberi nama satwa yang dibiayainya itu dan bisa setiap saat mengunjunginya ke TSI Prigen.

"Empat ekor bayi orangutan yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit satwa TSI Prigen itu hingga kini belum diberi nama dan masih menanti calon orangtua asuh satwa," katanya.

Sumber :
Antara