KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
"Earth Hour" Sangat Berarti meskipun Singkat
Jumat, 27 Maret 2009 | 15:34 WIB
Kompas/Lucky Pransiska
Masyarakat di Banjarsari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik seperti kelauraga Yusman (tengah) bersama istrinya, Maria Kaharubi (kiri) dan cucunya, Julianda, Rabu (14/5). Mereka masih menggunakan lampu tempel sebagai penerangan dan sebagian lainnya menggunakan generator.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampanye memadamkan lampu dan peralatan elektronik yang tak terpakai, "Earth Hour", di Jakarta, Sabtu (28/3), sangat berarti sekalipun satu jam, yakni sejak pukul 20.30-21.30. Perhitungan kasar WWF-Indonesia, satu jam itu berarti menghemat sekitar 300 megawatt, kapasitas yang dapat menerangi ratusan desa.

Hingga kemarin, 17.585 orang menyatakan dukungannya melalui situs jejaring sosial Facebook. Berdasarkan data internasional, 2.848 kota di 84 negara akan bergabung dengan kampanye yang pertama kali dimulai di Sydney, Australia, tahun 2007.

Di Indonesia, Kota Jakarta-lah yang bergabung dengan mematikan sejumlah lampu penerangan di Monas, Balaikota, dan sejumlah patung besar.

"Lima puluhan gedung milik swasta akan mendukungnya," kata Direktur Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia Fitrian Ardiansyah di Jakarta kemarin. (GSA)

Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.