Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:27 WIB
TNBBS, Rumah Terakhir "Salma"
Josephus Primus | Rabu, 18 Maret 2009 | 23:31 WIB
|
Share:

JAMBI, KOMPAS.com - Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Lampung akan menjadi alternatif terakhir tempat melepaskan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang ditangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi pada Februari 2009.
   
"TNBBS menjadi alternatif terakhir, jika dua hutan konservasi di Jambi dinilai tidak memungkinkan untuk melepaskan harimau betina yang kami beri nama Salma itu," kata Kepala BKSDA Provinsi Jambi Didy Wurdjanto di Jambi, Rabu (18/3).
   
BKSDA sampai kini belum bisa memutuskan untuk melepaskan kembali Salma ke habitatnya di Taman Nasional Berbak (TNB) dan Hutan Restorasi Harapan Rainforest di Jambi, sebab aktivitas masyarakat sekitar kedua kawasan konservasi itu cukup tinggi.
   
Salma sementara ini dikandangkan di Kebun Binatang Palmerah Kota Jambi. Satwa dilindungi itu ditangkap pihak BKSDA di sekitar kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Kumpeh Desa Sungai Gelam, karena diduga menerkam seorang warga Kecamatan Kumpeh yang sedang mencari getah kayu jelutung hingga tewas sekitar kawasan itu.
   
Setelah penangkapan harimau betina itu korban manusia terus berjatuhan atau hingga delapan orang tewas. Sebagian korban tewas itu adalah para pelaku pembalakan liar yang datang dari luar Jambi.
   
Didy lebih lanjut menjelaskan, pengelola TNBBS setelah dikoordinasikan siap menerima Salma dilepaskan di taman nasional tersebut, sebab populasi harimau sumatra di TNBBS sebagian besar harimau jantan.
   
Pihak pengelola TNBBS belum lama ini juga menerima seekor harimau sumatra dari Aceh atas prakarsa dan dibiayai Pengusaha Tomy Winata.

 

Sumber :
Ant