Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:36 WIB
Di Teritori Harimau Sumatera Ditemukan Kayu Ilegal
Irma Tambunan | Rabu, 11 Maret 2009 | 16:57 WIB
|
Share:

MUSI BANYUASIN, KOMPAS.com — Tim operasi pembalakan liar pada kawasan teritori harimau sumatera perbatasan Jambi-Sumatera Selatan, Rabu (11/3), menemukan banyak rel pelansiran kayu-kayu ilegal. Para pembalak liar melarikan diri, diduga karena informasi operasi tersebut telah bocor.

Tim yang beranggotakan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi mendapati jaringan rel-rel pelansir kayu yang dirakit dalam hutan produksi eks hak pemanfaatan hutan Rimba Karya Indah (RKI).

Kawasan ini merupakan teritori harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan berdampingan dengan HPH Putra Duta yang juga teritori harimau. Salah satu rel mencapai sepanjang satu kilometer dan sejumlah rel lainnya juga ditemukan saling terhubung. "Jalur ini dipakai sebagai sarana transportasi pelansiran kayu-kayu curian menuju tepi hutan," ujar Kepala BKSDA Provinsi Jambi Didy Wurjanto.

Menurut Didy, maraknya pembalakan liar dalam hutan produksi ini, didorong oleh pelebaran jalur pengangkutan kayu oleh PT Wira Karya Sakti yang belum lama ini membuka hutan tanaman industri. "Pelebaran jalan ini memudahkan kayu-kayu hasil pembalakan liar diangkut," katanya.

Operasi pembalakan liar ini semula direncanakan akan dilaksanakan bersama aparat Kepolisian Daerah Jambi dan Dinas Kehutanan Jambi. Akan tetapi, tim dari Polda Jambi batal ikut dalam operasi.

Dalam pantauan Rabu, tim hanya mendapati sekitar 10 kubik kayu gergajian curian yang belum dibawa keluar hutan eks HPH RKI. Seluruh kayu yang dibawa diamankan dalam dua truk untuk diamankan tim sebagai barang bukti. Sedangkan para pembalak yang sebelumnya diketahui marak beroperasi di sana tidak ditemukan. "Kami menduga operasi ini telah bocor, sehingga para pembalak liar melarikan diri lebih dulu dan membawa sebagian besar kayu. Hanya tersisa sedikit saja kayu di sini," kata Didy.

Kepala Seksi I BKSDA Jambi Nurazman mengatakan, selain operasi pembalakan liar, pihaknya tengah memasang camera trap untuk memantau keberadaan harimau sumatera dalam hutan. Pihaknya menduga masih ada harimau lain selain seekor harimau dewasa yang telah lebih dahulu tertangkap oleh camera trap.

Sebelumnya, seekor harimau betina, Salma, telah masuk dalam jebakan yang dipasang tim BKSDA, dan diamankan dalam Kebun Binatang Taman Rimbo Kota Jambi. Salma diamankan BKSDA untuk mengantisipasi maraknya perburuan liar. Saat ini, diketahui telah delapan orang di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan tewas diterkam harimau. Mereka adalah perambah dan pembalak liar dalam hutan teritori harimau.