Kamis, 23 Oktober 2014

News / Regional

Bangkai Paus Berhasil Dikubur

Sabtu, 21 Februari 2009 | 17:38 WIB

KENDAL, SABTU - Setelah melakukan evakuasi sedikitnya empat jam, akhirnya warga di sejumlah desa di Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah berhasil mengubur satu bangkai dari dua ikan paus yang terdampar di pantai kawasan Desa Kaliayu.

Menurut sejumlah warga di Desa Kaliayu, Cepiring, Sabtu (21/2), bangkai ikan paus itu dikubur sekitar 150 meter dari bibir pantai. Kondisi tubuh ikan puas itu masih utuh ketika dikubur.

"Semula ada sebagian warga yang hendak memotong sirip ikan paus. Konon sirip ikan paus itu mahal harga di sejumlah restoran di Jakarta. Namun warga lainnya meminta supaya hal itu tidak dilakukan karena itu pemali (pantangan)," kata Darmaji, warga setempat.

Sebelumnya dikabarkan, dua ekor ikan paus, Jumat (20/2) sore terdampar di pantai perairan Desa Kaliayu, sekitar enam kilometer dari jalur pantura Pekalongan-Semarang. Ikan puas yang masing-masing berbobot satu ton itu, memiliki panjang 6,4 meter dengan lebar tubuhnya dua meter itu diperkirakan terseret gelombang tinggi dari arah perairan Laut Jawa.

Kepala Seksi Pengendalian Lingkungan Dinas Peternakan, Kelautan dan Peternakan Kabupaten Kendal, Dwi Purwanto mengatakan, di lokasi tempat terdamparnya ikan paus itu pekan lalu juga digunakan untuk berlindung delapan perahu nelayan. Perahu nelayan berlindung akibat tinggi gelombang laut yang mencapai 3,5 meter.

Mengenai penguburan ikan paus, Dwi Purwanto mengatakan, tak kurang 30 warga menggunakan alat kayu bulat untuk mendorong tubuh ikan paus ke daratan. Setelah tiba di darat, warga lainnya menggali lubang dan menguburnya.

Hingga pukul 16.45, warga masih belum berhasil mengevakuasi bangkai ikan paus betina yang masih teronggok sekitar 100 meter dari lokasi terdamparnya ikan paus jantan. Lokasi penemuan ikan puas itu sekitar dua kilometer dari obyek wisata pantai Jomblong di Cepiring.

Kedua ikan paus itu terdampar sebenarnya masih hidup, namun karena lokasi pantai yang terpencil dan tidak adanya akses jalan yang memadai menyebabkan warga terlambat mengetahuinya. Kedua ikan paus itu diketahui mati setelah tujuh jam terdampar di pantai.

 


Editor :