Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:23 WIB
Batas Kerusakan Situs Majapahit Relatif Sulit Ditentukan
Ingki Rinaldi | Jumat, 6 Februari 2009 | 16:06 WIB
|
Share:

Kompas/Iwan Setiyawan
Sejumlah pengunjung mengamati situs purbakala peninggalan Majapahit yang baru ditemukan di lokasi pembuatan batu bata merah di Desa Wates Umpak, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (4/1). Luasnya wilayah bekas ibu kota Majapahit di Trowulan membuat warga sekitar dengan mudah dapat menemukan situs purbakala saat menggali tanah.

TERKAIT:

 MOJOKERTO, JUMAT — Batas kerusakan situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit akibat pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Trowulan, Mojokerto, relatif sulit ditentukan. Tim evaluasi pembangunan Taman Majapahit di Trowulan, Mojokerto, yang dipimpin Prof  Mundardjito, Jumat (6/2), masih terus melakukan pengumpulan data terkait penentuan itu.

Salah seorang anggota tim evaluasi, Osrifoel Oesman, menjelaskan bahwa fokus kerja saat ini diarahkan pada penentuan kerusakan berdasarkan setiap grid yang ada. "Dulu kita hanya tahu wilayah kerusakannya saja, sekarang kita akan ketahui per grid, " katanya.

Grid yang dimaksudkan Osrifoel adalah metode ekskavasi dengan menggali kotak-kotak uji berukuran 2 x 2 meter yang tersebar menyeluruh dalam lokasi pembangunan seluas 100 x 92 meter yang sebelumnya direncanakan jadi bangunan Cungkup Surya Majapahit sebagai bangunan inti PIM yang kemudian diketahui merusak situs sejarah itu.