LEBAK, SENIN — Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Banten, selama Januari 2009 memadati Rumah Sakit Misi Rangkasbitung.
"Dari 68 penderita DBD satu di antaranya meninggal dunia," kata petugas rekam medik Rumah Sakit Misi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Darya, Senin (2/2)
Darya mengatakan, saat ini pasien DBD yang masih dirawat sebanyak tujuh orang dan mereka mendapat perawatan intensif dari tenaga medis.
Ketujuh pasien DBD yang dirawat itu sejak tanggal 1 Februari 2009 dan kemungkinan akan bertambah karena hingga saat ini cuaca masih musim hujan.
Selama ini, kata dia, pergerakan penyakit DBD meningkat karena perubahan musim hujan sehingga berpotensi munculnya kasus penyakit tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar mewaspadai bahaya penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Sampai saat ini, lanjut dia, penyakit DBD merupakan jenis penyakit menular yang mematikan.
"Jika penderita tidak segera dilarikan ke Rumah Sakit dipastikan bisa mengancam nyawa korban," ujarnya.
Darya menjelaskan, pasien DBD yang dirawat selama Januari itu bukan hanya golongan anak-anak saja, tetapi banyak juga golongan dewasa.
Salah seorang keluarga pasien DBD di Rumah Sakit Misi Rangkasbitung, Rudi, mengatakan, pihaknya terpaksa membawa korban ke rumah sakit karena gejalanya demam dan di sekujur tubuhnya muncul beberapa bintik merah.
"Saat ini, kondisi kesehatannya sudah membaik karena cepat dilarikan ke Rumah Sakit ini," katanya.
Sementara itu, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Suhartini, mengaku, selama ini pergerakan penyakit DBD meningkat karena tibanya musim hujan sehingga berpotensi pada perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
"Untuk mencegah penyakit itu meluas, maka kami telah melakukan pengasapan atau fogging di daerah endemis DBD dan memberikan abate," katanya.
Kendati demikian, pihaknya meminta warga untuk segera memeriksakan diri jika mengalami demam atau memiliki gejala DBD ke rumah sakit terdekat.
Pemeriksaan tersebut guna mengetahui penyebab suhu demam karena khawatir demam berlarut-larut yang mengakibatkan penderita shock. "Saya kira lebih baik diperiksakan dulu untuk mencegah penyakit yang mematikan itu," ujarnya.


