Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:22 WIB
31 Kelurahan di Makassar Rawan DBD
Abdi Susanto | Kamis, 29 Januari 2009 | 22:15 WIB
|
Share:

MAKASSAR, KAMIS - Sebanyak 31 dari 143 kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Makassar merupakan lokasi yang rawan demam berdarah dengue (DBD).
    
"Lokasi rawan DBD itu harus senantiasa diwaspadai oleh masyarakat setempat, sehingga pencegahan secara dini dapat dilakukan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, dr Naisyah Tun Asikin, di Makassar, Kamis.

Ke-14 lokasi itu di antaranya Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Kelurahan Rappokalling dan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah dan Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkananya, Kota Makassar.

Menurut Naisyah, kasus DBD bukan hanya diwaspadai pada musim kemarau atau peralihan, namun pada musim hujan seperti ini juga harus tetap diantisipasi.

Terkait dengan upaya pencegahan kasus DBD di Kota Makassar, Dinkes Kota Makassar pada 2008 menerjunkan 1.800 tim untuk survei jentik dan melakukan penyuluhan tentang bahaya DBD.

Mengenai kasus DBD di Makassar, berdasarkan data Dinkes setempat pada 2008,  turun menjadi 212 kasus dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 400 kasus.

Keberhasilan menurunkan kasus DBD tersebut, kata dia, karena Pemkot Makassar melalui Dinkes terus mensosialisasikan program tiga M (menguras, menutup dan mengubur) setiap barang yang dapat menjadi media berkembangnya nyamuk "aides aegypti".

Selain itu, juga melakukan pengasapan (fogging) pada lokasi yang rawan DBD, bahkan jajaran pemkot bersama Kodam VII/Wirabuana beberapa kali membersihkan kanal agar saluran air menjadi lancar dan mencegah genangan air yang dapat mendukung pembiakan nyamuk pembawa penyakit DBD.

"Untuk penanganan DBD, warga jangan terlambat membawa penderita ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, karena pemkot menyediakan pelayanan gratis. Begitu pula penyediaan bubuk abate, dapat diambil langsung ke puskesmas tanpa perlu  dibayar," kata Naisyah.