Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:22 WIB
Banyak Warga Penasaran, Bosscha Dipadati Pengunjung
Tri Wahono | Senin, 26 Januari 2009 | 16:46 WIB
|
Share:

OBSERVATORIUM BOSSCHA
Penampakan gerhana Matahari yang terlihat dari Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung sekitar pukul 16.00 WIB.

BANDUNG, SENIN - Pengunjung Obervatorium Bosscha di Lembang, Bandung rela mengantri untuk bisa mendapat kesempatan meneropong matahari saat gerhana matahari berlangsung dengan menggunakan teleskop, Senin (26/1) petang. Pihak Obervatorium Bosscha menyediakan tiga unit teleskop Coronado untuk memberikan kesempatan para pengunjung melihat bulatan matahari yang tertutup Bulan dengan menggunakan teleskop itu.

"Meski tidak melihat langsung matahari saat gerhana, namun senang bisa melihat bulatan matahari dengan teropong khusus itu," kata Sisca (20) salah seorang pengunjung asal Kota Bandung. Ia mengaku harus mengantri sekitar 15 menit untuk bisa melakukan peneropongan yang dilakukan di halaman depan tempat penyimpanan Teropong Bintang Zeiss itu.

Beberapa pengunjung sengaja mencari timing untuk bisa melakukan peneropongan pada saaat gerhana berlangsung. "Gerhana ini fenomena langka dan kami kebetulan berada di tempat yang tepat untuk bisa menyaksikannya di Boscha ini," kata Firman.

Sementara yang lain mengantri untuk bisa melihat matahari dengan telescope Coronado, sebagian pengunjung menggunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari yang disiapkan di toko suvenir Bosscha. Mereka beraksi dengan kecamata khusus itu yang mereka beli seharga Rp 25.000 di toko suvenir Bosscha.

"Saya beli kecamata ini karena penasaran untuk bisa melihat gerhana terjadi, bekasnya untuk kenang-kenangan," kata Denny, pengunjung lainnya. Mereka stand by menunggu gerhana dengan duduk-duduk di taman Boscha sambil menghadap ke arah matahari.

Suasana di langit Lembang, cerah menjelang pergerakan matahari dengan bulan melakukan kontak yang berlangsung sekitar pukul 15.20 WIB. Hal itu langsung disambut suka cita oleh oleh pengunjung. Beberapa orang turis asing juga berada di antara pengunjung yang berkumpul di Boscha.

Sekitar seribu pengunjung sejak Senin pagi memadati kawasan Observatorium Boscha, sebagian bertahan hingga sore hari untuk bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari dengan menggunakan telescop yang disediakan di sana.

"Pengunjung semakin membludak sejak pukul 12.00 WIB," kata Mohammad Irfan, seorang staf dan astronom Boscha Lembang Kabupaten Bandung Barat. Para pengunjung datang dengan menggunakan roda empat maupun roda dua. Antrian kendaraan mobil berderet sepanjang satu kilometer hingga ke luar pintu gerbang Observatorium Boscha.

Masyarakat penasaran untuk bisa menyaksikan fenomena alam gerhana matahari itu secara langsung dengan menggunakan telescop Coronado khusus untuk teropong matahari itu.
Pengunjung menunggu saat-saat gerhana dengan jalan-jalan di sekitar taman Bosscha.

Sumber :
Antara