Puluhan lutung (langur) atau sejenis kera menyerbu rumah warga Kampung Gedong, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Jumat (28/11).
”Kemungkinan lutung itu terancam kelaparan karena di kawasan hutan sudah tidak ada lagi makanan,” kata Asra (40), warga Gedong, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.
Mereka datang secara bergerombol ke rumah-rumah warga untuk sekadar mencari makanan. Warga pun menyambut dengan memberikan pisang atau buah- buahan. Biasanya mereka datang bila makanan di hutan sudah habis dan terancam kelaparan.
”Saya sudah biasa kedatangan lutung-lutung itu,” ujar Asra. Menurut dia, populasi lutung di wilayahnya diperkirakan mencapai 70 ekor sampai 90 ekor. Selain itu, populasi lutung tidak tera- sa mengganggu warga sehingga warga tidak merasa perlu melakukan pemburuan atau pembunuhan.
Uce Kelana (45), pencinta satwa lutung warga Rangkasbitung, mengatakan, pihaknya meminta pemerintah daerah agar segera dilakukan pendataan, juga dibuatkan kawasan lutung sehingga mereka tidak lari lagi ke rumah- rumah warga untuk mencari makanan.
Saat ini, lanjut dia, mereka kelaparan karena kondisi hutan rusak akibat penebangan po- hon yang dijadikan tempat berlindung lutung tidak ada makanan.
”Memang, lutung-lutung di Sajira habitatnya yang ada di kawasan pohon kuburan warga,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kehutanan, Kabupaten Lebak, Asep Mauladi, mengaku saat ini banyak lutung lari ke rumah warga karena makanan di hutan menepis akibat maraknya penebangan liar.
Dia menambahkan, karakteristik lutung berkulit hitam-hitam yang ada di Lebak tentu berbeda dengan jenis lutung Sumatera.
”Lutung di sini sangat pandai dan cerdas,” katanya.
Oleh sebab itu, untuk melestarikan lutung tersebut, pemerintah berencana akan membuat kawasan lutung agar berkembangbiak dan tidak terancam kelaparan. (antara)


