Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 08:13 WIB
Sampah Bantar Gebang akan Diolah Jadi Energi Listrik
| Kamis, 13 November 2008 | 18:44 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pemulung berebut mendapatkan plastik dari tumpukan sampah yang diurai oleh alat berat di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

TERKAIT:

Laporan Wartawan Kompas.com Egidius Patnistik

JAKARTA, KAMIS - Pemprov DKI Jakarta telah menentukan investor yang akan mengolah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Baruna, di Jakarta, Kamis (13/11), mengatakan dari lima calon investor yang lolos tahap prakualifikasi, pihaknya sudah menetukan satu pemenang. Namun ia belum mau menyebut perusahaan pemenang tender tersebut. "Kami masih menunggu keputusan gubernur," kata Eko.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Rabu (12/11) kemarin mengatakan dirinya telah menerima laporan tentang proses tender itu dan menyetujui hasilnya. Menurut Eko, perusahaan yang menang tender tersebut akan mengolah sampah Bantar Gebang menjadi energi, terutama energi listrik dan biogas. "Mungkin juga kompos sebagai produk sampingan," katanya.

Untuk jasa pengolahan sampah, perusahaan pemenang tender akan mendapat tiping fee sebesar Rp 103.000 untuk setiap ton sampah. Saat ini DKI Jakarta memproduksi sekitar 6.500 ton sampah per hari dan sekitar 4.500 ton dibuang ke Bantar Gebang.

Eko menjelaskan, kerja sama dengan pemenang tender akan berlangsung 15 tahun. Dijadwalkan pembangunnan  instalasi pengolahan sampah dilakukan Desember 2008 atau Januari 2009 dan akan memakan waktu sekitar 12 bulan.

Diproyeksikan pengolahan sampah dengan teknologi baru bisa berlangsung mulai awal tahun 2010. Sejauh ini cara penanganan sampah di Bantar Gebang adalah dengan model sanitary landfill yakni sampah ditumpuk kemudian ditimbun dengan tanah.