PEKANBARU, JUMAT - Warga Desa Bencah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, sejak sepekan terakhir ini resah karena gangguan gajah liar dan meluapnya Sungai Tapung Kiri yang mengakibatkan banjir dan terendamnya rumah penduduk.
"Puasa tahun ini kami benar-benar diuji. Rombongan gajah liar masuk lagi ke kampung kami dan banjir datang lagi pula," ujar seorang ketua RT di Bancah Kelubi, Ujang Ahmad, di Pekanbaru, Jumat.
Ujang Ahmad mengharapkan ada bantuan dari pemerintah daerah dalam mengatasi amukan gajah di daerahnya dan banjir yang kini melanda perkampungan penduduk yang berada dipinggiran Sungai Tapung Kiri itu.
Menurut Ujang, kondisi memprihatinkan itu terjadi dalam sepekan terakhir ini. Rumah-rumah penduduk yang berada di pinggir sungai terendam hingga penghuninya mengungsi ke rumah keluarga mereka yang aman, sedangkan tanaman kebun masyarakat, baik tanaman palawija maupun kebun kelapa sawit, yang baru ditanam habis dilahap kawanan gajah liar.
Ia mengatakan, setiap hari warga di daerahnya waswas memikirkan ketinggian air yang terus meningkat dan tanaman hasil kebun yang ludes dimakan gajah.
"Kebun masyarakat tidak digenangi banjir hanya pemukiman yang tergenang banjir, yang dipinggiran sungai paling parah," kata Ujang seraya menjelaskan banjir di rumahnya masuk setiggi 0,5 meter.


