Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:15 WIB
Satelit Kedua Sistem Navigasi Eropa Sukses Diluncurkan
Tri Wahono | Minggu, 27 April 2008 | 17:59 WIB
|
Share:
ESA/S Corvaja
Roket Soyuz Fregat meluncur membawa satelit Giove-B, satelit kedua program navigasi Eropa Galileo dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Minggu (27/4).
Foto:

MOSKWA, MINGGU - Ambisi negara-negara Eropa untuk membangun sistem navigasi berbasis satelit seperti global positioning system (GPS) milik AS semakin mendekati kenyataan. Setelah penundaan beberapa kali karena masalah pendanaan yag belum rampung, sebuah satelit yang akan digunakan akhirnya meluncur Minggu (27/4).

Satelit bernama Giove-B diluncurkan menggunakan roket Soyuz-FG dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan dan sukses menempati orbitnya pada pukul 09.01 WIB. Uni Eropa menyebut peluncuran ini sebagai kunci keberlanjutan program pembangunna sitem navigasi satelit yang disebut Galileo.

"Peluncuran Giove-B merupakan bukti paling tepat untuk menunjukkan bahwa Galileo baik-baik saja dan menjadi smbol kemampuan Eropa dalam teknologi yang baru dan utama ini," ujar Jacques Barrot, wakil presiden Komisi Eropa. Barrot dan para pejabat senior Uni Eropa lainnya ikut memantau peluncuran satelit tersebut dari pusat kendalinya di Fucino, Italia.      

Giove-B merupakan satelit kedua yang diluncurkan untuk mendukung program Galileo. Satelit tersebut sedianya diluncurkan akhir 2006, namun tertunda karena terjadi konsleting pada jaringan listriknya saat pengujian terakhir. Satelit Giove-B lebih ditujukan untuk riset, mislanya untuk menguji teknologi terbaru, seperti jam atom, yang merupakan sistem pengukur waktu paling akurat di angkasa saat ini.

Satelit pertama Galileo telah diluncurkan tahun 2005. Tahun 2010, empat satelit berikutnya akan diluncurkan dan disipakan untuk mengiperasikan sistem Galileo. Sistem navigasi Galileo diklaim akan memiliki cakupan lebih dari dua kali lipat GPS, memberikan navigasi untuk pengendara di jalan, laut, dan pilot. Selain itu, sinyalnya menjangkau kawasan utara dekat Kutub maupun sekitar gedung-gedung tinggi yang seringkali kesulitan menerima sinyal satelit.

Sumber :
AP