JAKARTA, KAMIS - Rancangan Undang-Undang (RUU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang akan menindak tegas pendistribusi, pentransmisi dan peyedia akses situs porno dapat berdampak ke warung internet (warnet). Pasalnya, banyak pengakses situs porno mengaksesnya di warnet.
Salah satu penjaga warnet di Ampera, Jakarta Selatan Hilal mengaku ia kesulitan untuk melarang pangunjung untuk tidak mengakses situs porno. Selain itu, ia juga tidak bisa mengawasi satu persatu situs yang dibuka para pengunjung warnet.
"Masak kita harus ngawasin monitor satu per satu, situs apa aja yang mereka buka. Susah deh, terus kita harus ngasih tau 'mas, jangan buka situs porno yah'. Terus kalau ada yang buka, masak saya harus larang, dia kan bayar," paparnya saat ditemui Kompas.Com, Kamis, (27/3).
Menurut Hilal, pengunjung di warnetnya lebih banyak menggunakan internet untuk chating atau membuka email. Namun, ia juga tidak menampik kadang satu atau dua orang membuka situs porno juga.
"Mereka yang buka situs porno biasanya cuma buat refreshing. Tapi memang ada juga warnet yang sengaja membuat situs porno itu mudah dibuka, sengaja disediain gitu," katanya.
Agar UU ITE berjalan efektif dibandingkan petugas warnet yang pusing, lanjut Hilal, lebih baik pemerintah menutup dari pusatnya saja. "Lebih baik, pemerintah tutup akses situs porno dari pusatnya saja, otomatis dari warnet juga ga bisa diakses. Tapi, saya juga ga tahu sih, itu bisa dilakukan apa engga," imbuhnya.
Sementara itu, penjaga warnet lainnya Anto mengatakan ia juga tidak mampu mengawasi situs yang dibuka pengunjung warnetnya, termasuk kalau ada yang membuka situs porno.
"Saya tidak bisa mengawasi situs apa saja yang mereka (pengunjung) buka. Tapi, kalau pemerintah tidak memperbolehkan mengakses situs porno, saya punya program untuk memblok (menutup akses) situs porno. Jadi kalau ada pengunjung yang buka langsung disconnect (tidak tersambung). Tapi, tergantung juga sih, kalau orangnya pintar bisa nembus juga," jelasnya.
Menyangkut isi RUU ITE, baik Hilal dan Anto mengaku tidak terlalu tahu mengenai RUU tersebut. "Saya cuma tahu dari TV, tapi untuk isi detailnya ga tahu," kata Hilal. Mereka berharap pemerintah dapat lebih mensosialisasikan RUU ITE supaya mereka tidak mendapat masalah. "Lebih bagus disosialisasikan, yah biar enak, biar ga ada masalah," ujar Anto.


